Home » Beranda Nusantara » Mantan Bupati Balut Wenny Bukamo di Vonis 4,6 Tahun Penjara dan Dicabut Hak Politiknya
pasang-iklan-atas

Mantan Bupati Balut Wenny Bukamo di Vonis 4,6 Tahun Penjara dan Dicabut Hak Politiknya

Pembaca : 38
pengadilan-tipikor-vonis-wenny-bukamo-4-5-tahun-penjara-qyumxa-hl

ALAIMBELONG.ID – Jakarta. Mantan Bupati Banggai Laut (Balut), Wenny Bukamo divonis 4 tahun 6 bulan penjara dan dicabut hak politiknya untuk dipilih dan menduduki jabatan publik.

Majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palu menyatakan Wenny Bukamo terbukti menerima suap senilai Rp.2,2 miliar dari sejumlah pengusaha swasta pada sejumlah proyek pekerjaan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Balut Tahun Anggaran 2020.

“Mengadili, menyatakan Terdakwa I Wenny Bukamo bersama-sama Terdakwa II Recky Suhartono Godiman dan Terdakwa III Hengky Thiono terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana¬†korupsi,”ujar Ketua Majelis Hakim M. Djamir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palu, Jumat, 3 September 2021 sebagaimana dikutip dari tempo.co

Majelis hakim juga mewajibkan Wenny untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 500 juta dengan ketentuan bila paling lama 1 bulan sesudah putusan berkekuatan hukum tetap tidak dibayar, maka harta bendanya akan disita serta dikenakan kewajiban menjalani pidana selama 1 tahun penjara.

Selain itu, Majelis Hakim juga memutuskan mencabut hak politik Wenny Bukamo. “Menjatuhkan pidana tambahan kepada Terdakwa I Wenny Bukamo berupa pencabutan hak untuk dipilih dan menduduki jabatan publik selama 2 tahun dan 6 bulan setelah terpidana selesai menjalani pidana yang sudah berkekuatan hukum tetap,”kata hakim Djamir.

Vonis hakim itu lebih rendah dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menuntut Wenny Bukamo divonis 5 tahun penjara ditambah denda sebesar Rp.250 juta subsider 6 bulan kurungan. Wenny juga diminta untuk membayar uang pengganti sebesar Rp.500 juta subsider 1 tahun penjara serta pencabutan hak untuk dipilih dan menduduki jabatan publik selama 3 tahun setelah menjalani pidana.

Sebelumnya Wennny Bukamo bersama 6 orang rekanan dari pihak swasta ditangkap pada giat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dikediamannya pada bulan Desember tahun 2020 silam. (AdN).

Print Friendly, PDF & Email
Berita Terkait