Home » Kamimo Banggai » Pototongian Pau Lipu » Polres Bangkep di Demo KaMIMo Banggai
pasang-iklan-atas

Polres Bangkep di Demo KaMIMo Banggai

Pembaca :
IMG_20210121_155238_746

ALAIMBELONG.ID – Salakan. Kepolisian Resor (Polres) Banggai Kepulauan, Rabu (20/1/2021) di demo puluhan mahasiswa dari Kerukunan Mahasiswa Indonesia Montolutusan Banggai (KaMIMo Banggai) yang mempertanyakan progres penanganan sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep).

Dalam orasi mereka di depan kantor Polres Bangkep, para aktivis KaMIMo Banggai itu meminta keseriusan pihak Polres Bangkep dalam penanganan sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sekarang sedang ditangani institusi berbaju cokelat itu.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Zulfikri J. Kumano dalam orasinya meminta kepada pihak Polres Bangkep agar menjelaskan perkembangan penanganan tindak pidana korupsi yang ada di Bangkep.

“Hari ini kami hadir disini untuk meminta penjelasan sudah sampai dimana proses hukum dari beberapa kasus dugaan korupsi yang ditangani oleh pihak kepolisian, terkait dengan beberapa kasus yang pernah disuarakan oleh teman-teman elemen aksi sebelumnya,”ucapnya.

Karena itu, kata Zulfikri mereka datang meminta kepada pihak penegak Hukum agar lebih serius menangani semua kasus dugaan korupsi yang laporannya masuk ke pihak kepolisian.

“Kami minta kepada pihak kepolisian agar lebih serius dalam memproses dugaan kasus tipikor yang marak di Kabupaten Banggai Kepulauan, jangan biarkan kami dan publik mengeluarkan mosi tidak percaya kepada penegak hukum yang ada, khususnya kepada institusi Polri dalam hal pemberantasan korupsi,”tandasnya.

Senada dengan Korlap aksi, Ketua Umum KaMIMo Banggai, Abdul Kadim Anuar mengatakan bahwa indikasi maraknya kasus tindak pidana korupsi di lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Bangkep sudah terjadi sejak lama dan telah menjadi rahasia umum.

“Dugaan maraknya indikasi korupsi di lingkup sudah menjadi rahasia umum, artinya ini menunjukan bahwa Bangkep tidak sedang baik-baik saja,”ujar dalam orasinya.

Menurutnya, kondisi itu ditandai dengan maraknya dugaan tindak pidana korupsi, mulai dari kasus dana BOK, MTQ, Pengadaan Alat Kesehatan UTD, Perusda dan ditambah lagi dengan pembobolan APBD 2020 yang diduga mencapai 36 miliar. “Kami meminta Polres serius dalam pendalaman penyidikan atas sejumlah dugaan kasus korupsi itu,”tuturnya.

Penegasan juga disampaikan orator lainnya. “Kami meminta agar penanganan dugaan kasus korupsi yang terindikasi melibatkan para pejabat daerah harus di proses tanpa pandang bulu oleh pihak Polres Bangkep maupun oleh pihak Tipikor Polda Sulteng. Siapapun itu pejabat yang terlibat harus ditangkap dan diadili seadil-adilnya, sebab masih banyak tikus berdasi yang berkeliaran di Daerah ini,”tegas Nasrul Adungka.

Massa aksi KaMIMo Banggai yang berorasi di depan Polres Bangkep itu menyuarakan sejumlah sejumlah tuntutan, yaitu : a). Tangkap dan adili Pimpinan dan Anggota DPRD serta pejabat di lingkup Pemda Bangkep yang terlibat tindak pidana korupsi, terkait dana BOK, MTQ, Perusda dan Alkes UTD. b). Usut tuntas dugaan Keterlibatan Bupati Bangkep Rais Adam dalam kasus dugaan Pembobolan Kas Daerah puluhan miliar rupiah.

Hampir sejam lebih berorasi di depan Polres Bangkep, massa aksi harus menelan kekecewaan karena tidak kunjung ditemui Kapolres Bangkep.

KBO Intel, Ruhil setelah mendapat desakan massa aksi untuk menghadirkan Kapolres dan Kasat Reskrim untuk memberikan keterangan terkait progres dari penyidikan beberapa dugaan kasus korupsi termasuk kasus pembobolan Kas Daerah senilah puluhan miliar rupiah, menyatakan bahwa Kapolres Bangkep AKBP Reja A. Simanjuntak sedang menerima tamu dari pihak Tipikor Polda Sulteng. Sementara Kasat Reskrim, Iptu Ismail, SH sedang berada di Palu.

“Pak Kapolres sedang ada tamu dari Polda, sedangkan pak Kasat Reskrim sedang berada di Palu, jadi belum bisa menemui kalian. Sehingga yang dapat memberikan keterangan terkait tuntutan teman-teman adalah pak Wakil Reskrim,”terang Ruhil kepada para demonstran.

Namun karena massa aksi telah bergerak menuju rute aksi selanjutnya mereka tidak mau lagi mendengarkan tanggapan wakil reskrim. *(NAS)

Share :
Print Friendly, PDF & Email
Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *