Home » Lipu Papalan » Banggai Kepulauan » Miris Atas Kondisi Daerah, Ketua AMAN BanggaiKep Dorong Pemda Lakukan Gerakan Revolusi Banggapi
pasang-iklan-atas

Miris Atas Kondisi Daerah, Ketua AMAN BanggaiKep Dorong Pemda Lakukan Gerakan Revolusi Banggapi

Pembaca : 4
IMG_20210916_084904_755

ALAIMBELONG.ID – Salakan. Merasa miris dengan kondisi kehidupan berdaerah di Kabupaten Banggai Kepulauan yang kian mengkhawatirkan karena berbagai hal seperti rendahnya moral dan etos kerja pegawai dan elit daerah dalam membangun Banggai Kepulauan (BanggaiKep), Ketua Badan Pengurus Harian Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Jemianto Maliko mendorong Pemerintah Daerah BanggaiKep untuk segera menggalakan kebijakan gerakan Revolusi Banggapi.

Pasalnya, rendahnya moralitas dan etos kerja dalam kehidupan berdaerah disinyalir sebagai akibat dari krisis identitas yang tengah melanda segenap stakeholder di Kabupaten Banggai Kepulauan, sehingga diperlukan gerakan Revolusi Banggapi untuk merubah mentalitas berdaerah seluruh lapisan masyarakat yang ada, khususnya di kalangan birokrasi.

“Saya kira pemerintah daerah perlu mendorong gerakan Revolusi Banggapi, yaitu semacam gerakan revolusi mental ala Banggai seperti yang selama ini diwacanakan oleh anak-anak KaMIMo Banggai, saya bersepakat dengan itu untuk menyadarkan seluruh stakeholder baik ASN, elit politik, tokoh masyarakat, tokoh agama, guru, tokoh pemuda, mahasiswa dan pelajar betapa pentingnya nilai-nilai moral kesadaran kultural kita bangun kembali setelah sekian lama hilang,”ucap pemuda yang akrab disapa Jemi.

Menurut Jemi, ada tiga nilai yang menjadi fokus dalam kebijakan gerakan Revolusi Banggapi, yaitu Integritas, etos kerja dan gotong royong.

“Gerakan ini sebagai upaya memperbaiki dan membangun cara pandang, cara pikir, sikap, perilaku dan cara kerja, berorientasi kepada kemajuan agar Banggai Kepulauan menjadi daerah yang maju, modern makmur sejahtera dan bermartabat,”tegasnya.

Krisis mental menurut Jemi, di Banggai Kepulauan jika diberi skor sangat cukup rendah bila dibandingkan dengan kualitas mental budaya yang ada di daerah lain.

“Lihat saja contoh tingkat korupsi, dan konflik antar anak-anak muda di kampung-kampung betapa memilukan, jadi sefaham dengan gagasan anak-anak KaMIMo, di Banggai Kepulauan ini perlu adanya Revolusi Banggapi untuk mengatasi krisis karakter dan jati diri yang dialami di daerah ini, karena kita sadari apa yang terjadi saat ini karena kita tidak lagi memegang teguh nilai-nilai moral adat-istiadat yang Tuutu dan Monondok,”imbuhnya.

Menanggapi pernyataan Ketua AMAN BanggaiKep, salah satu senior KaMIMo Banggai, Suyitno Basila menyampaikan apresiasinya.

“Saya kira kesadaran semua pihak terutama Pemerintah daerah, elit politik dan pegiat budaya atas akar masalah utama kita dalam berdaerah ini sangat penting, masalahnya sekarang krisis moral akibat dari krisis identitas itu menjadi seakan tidak disadari oleh pemangku kebijakan, jadi saya selaku alumni KaMIMo Banggai mengapresiasi kesadaran ketua adat (AMAN-red) tadi itu,” katanya.

Menurut Suyitno, kerusakan daerah ini yang paling bertanggungjawab utama adalah elit daerah ini terutama mereka yang putera daerah karena dinilainya gagal memberikan keteladanan.

“Kan ini daerah rusak bagini karena ada kontribusi besar putera daerah, mo salahkan siapa pendatang? siapa yang kase jabatan dorang, siapa yang kase contoh malas kerja kalo bukan putera daerah, saya yakin kalo kita sebagai putera daerah punya ketegasan sikap dan mampu memberikan keteladanan, mana berani mereka sesuka hati di daerah ini, ini rusaknya,”pungkasnya. (RB)

Print Friendly, PDF & Email
Berita Terkait