Home » Lipu Papalan » Banggai Laut » Survei MSI Unggulkan Paslon 03, Suparman Nilai Penggiringan Opini, Ridaya Sebut Misleanding
pasang-iklan-atas

Survei MSI Unggulkan Paslon 03, Suparman Nilai Penggiringan Opini, Ridaya Sebut Misleanding

Pembaca : 1
20201205_223856

ALAIMBELONG.ID – Banggai. Press release hasil survei Media Survei Indonesia (MSI) yang memposisikan Pasangan Calon (Paslon) Tuty – Richard sementara unggul secara elektabilitas dibandingkan dengan tiga Paslon lain menuai tanggapan beragam para Paslon dan Tim Paslon.

Ditemui dikediamannya Jumat (04/12/2020) malam, kepada wartawan Alaimbelong.id, Tuty Hamid mengungkapkan kesyukuranya atas hasil survei MSI yang menempatkan Tuty – Richard (Paslon 03-red) berpeluang memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banggai Laut (Balut).

“Saya mengucapkan syukur allhamdulillah, ini berkat kerja keras, setiap waktu mensosialisasikan Program-program kita, dengan harapan masyarakat bisa bersimpati dengan program kita kedepan, insha Allah, dan kami memang bekerja nonstop dalam satu hari, dua sampai dengan tiga kali kami berkunjung,”katanya.

Lebih lanjut beliu (Tuty- red) mengungkapkan optimismenya dan memberi pesan kepada Timnya agar memenangkan hati masyatakat dengan cara yang elegan. “Saya merasa optimis dan menyerahkan kepada Allah SWT, kita hanya bisa berikhtiar, namun Allah lah yang menentukan, dan saya kira semua kandidat ingin menang dalam Pilkada ini, saya juga mohon dukungan semua masyarakat Balut di Pilkada ini. Saya juga memberi pesan kepada Tim bagaimana cara kita memenagkan hati rakyat, janganlah kita saling memfitnah dan menghujat, tapi bagaimana kita berusaha masing-masing dan bisa bersatu untuk menang,”harapnya.

Sementara itu di tempat berbeda, Juru Kampanye (Jurkam) Paslon 04 Sofyan Kaepa – Ablit (Basoka Solit), Suparman Lampela, menanggapi santai hasil survei MSI yang menempatkan Paslon 04 Basoka Solit diposisi ketiga.

“Jadi begini, apapun hasil dari lembaga survei, sah sah saja. Tapi yang terpenting semua harus terukur, dari segala macam barometer itu bisa dipertanggungjawabkan ke publik. Artinya begini, ketika hasil di publish itu harus berkorelasi antara situasi dengan tingkat elektabilitas kandidat masing masing. Ukuranya sederhana bagaimana tingkat penerimaan masyarakat terhadap masing masing Paslon,”jelas pemuda yang akrab disapa Parman itu.

Lebih lanjut aktivis yang dikenal malang – melintang dalam lanskap politik Sulawesi Tenggra itu mengungkapkan “Setiap kandidat punya lembaga survei tersendiri dan cenderung menguntungkan kandidatnya, tapi kesanya inikan bentuk penggiringan opini publik dan Tim Basoka Solit tidak terpengaruh. Kita santai saja yang pasti disemua titik pertemuan kita, penerimaan atau antusias masyarakat terhadap Bapak Sofyan dan Ablit (Basoka Solit-red) selalu ramai dan disambut riang gembira oleh masyarakat,”tuturnya.

Oleh karena itu kata Parman, dirinya berpesan agar seluruh tim dan simpatisan Basoka Solit, jangan terpengaruh dan tetap berusaha memenangkan Basoka Solit. “Kita yakin menang, serta sekali lagi survei yang dipublikasikan itu hanyalah bentuk penggiringan opini publik, namun kami tidak terpengaruh,” pungkasnya.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Paslon Nomor urut 01, Ridaya La Ode Ngkowe, melalui aplikasi pesan WhatsApp menilai bahwa hasil survei itu tidak akurat. Menurut Ridaya, pihaknya telah melakukan pemetaan per wilayah TPS (Dusun/RT) bahkan, hasilnya pemilih yang sudah yakin akan memilih mereka (Wenny Ridaya-red) lebih besar dari temuan MSI.

“Mungkin dari undecided number dari survey MSI itu, atau sigi MSI misleading krn hanya menarik sample di bilangan empat ratusan. Saya sampe sekarang percaya, dukungan kepada kami masih lebih tinggi dari dukungan pada kandidat lain,”ucapnya optimis.

Sebagai pembanding, kata Ridaya, saat survei Januari 2020 angka elektibilitas Wenny Bukamo sangat tinggi, begitu juga hasil survei internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk Pemilihan Gubernur yang sempat menitipkan pertanyaan untuk Paslon Bupati Balut.

“Ingat juga, sebagai peserta pemula di 2015, dukungan untul Wenny Bukamo sudah mengungguli yang lain. Apalagi kerja 5 tahun sekarang sudah banyak hasilnya, dan telah menciptakan barisan pendukung dan simpatisan baru. Jadi, sekali lagi tampaknya rekaman MSI itu misleading,”pungkasnya.

Sebelumnya pada Jumat sore (4/12/2020) di Hotel Banggai, Media Survei Indinesia (MSI) melakukakn jumpa pers merilis hasil untuk empat Paslon Bupati dan Wakil Bupati Balut, per-Akhir bulan November – awal Desember 2020.

Menurut, Manajer Riset MSI Samsul Alam, saat ini Tuty-Richard untuk sementara unggul dibandingkan dengan tiga pasangan lain dengan persentasi 26,2%, dibawahnya ada Wenny-Ridaya 19,5% dan Sofyan – Ablit 16,1%, serta Rusli-Basri diposisi terakhir dengan persentase 4,2% sedangkan yang belum menentukan pilihan sebanyak 34 %.

Survei ini juga memotret penilaian masyarakat terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati Banggai Laut. Sebanyak 48,6% cukup/sangat puas atas kerja Wenny Bukamo sebagai Bupati, sebaliknya sebesar 58,2% cukup/sangat puas dengan kinerja Wakil Bupati, Tuty Hamid.

“Ini artinya tingkat kepuasan terhadap Wakil Bupati masih sangat baik di banding Bupatinya. terkait keinginan dan tidak ingin memilih kembali petahana, data survei menunjukkan bahwa warga yang tidak ingin Bupati Wenny Bukamo terpilih kembali menjadi Bupati relatif lebih banyak. Warga yang ingin memilih incumbent Weny Bukamo hanya 20% berbanding terbalik dengan yang tidak ingin sebanyak 34,9%,” tandasnya.

Lebih lanjut, Samsul Alam mengatakan untuk yang tidak menginginkan kembali sebanyak 40,8% menilai Wenny Bukamo tidak mampu menyelesaikan masalah yang ada di Balut, dan 37,5% karena faktor kepribadian Wenny Bukamo yang dinilai tidak jujur, tidak bersih dari korupsi dan lain sebagainya, tutupnya. (ADN/AHL)

Print Friendly, PDF & Email
Berita Terkait