Home » Rubrik » Opini » Berkaca di Paisupok, Primadona Pariwisata Banggai Kepulauan
pasang-iklan-atas

Berkaca di Paisupok, Primadona Pariwisata Banggai Kepulauan

Pembaca : 133
IMG_20230626_162916

Oleh : Harry Saputra Nursin, S.STP.,M.Si

“Surga Tersembunyi Itu Bernama Paisupok”

Ungkapan ini tercetus dari orang nomor satu di Kementerian Dalam Negeri, yakni Tito Karnavian saat mengunjungi salah satu objek wisata primadona di Kabupaten Banggai Kepulauan. Tak berlebihan rasanya bagi mereka yang sudah pernah berkunjung ke tempat ini jika menggungkapkan kekaguman secara hiperbola, sebab keindahan danau kaca ini memang mampu menghipnotis mata pengunjung dengan kejernihan airnya. Satu hal yang sangat menarik utamanya wisatawan asing adalah fosil kayu yang berada di dalam dasar danau Paisupok yang menjadi tempat bermainnya ikan ikan penghuni danau sehingga terlihat seperti aquarium alami dengan ornamen fosil kayu yang sangat khas itu.

Tak heran jika orang sekelas Mendagri Tito Karnavian berani memuji danau kebanggaan masyarakat Banggai Kepulauan di Sulawesi Tengah dengan perumpamaan “setetes air Surga itu jatuh di Pulau Peling dalam wujud danau cermin yang konon kabarnya hanya ada beberapa di dunia ini.

Asrinya suasana danau, kejernihan airnya serta damai alamnya ditambah kicauan burung-burung membuat keindahan alam ini begitu sempurna sebagai ciptaan Tuhan. Sungguh, keindahan danau Paisupok ini terasa nyata bagaikan sekeping surga. Suasana inilah yang membuat danau Paisupok digemari para pesohor Indonesia seperti Ariel Tatum dan Tito Karnavian yang semakin membuat danau  Paisupok masyhur secara nasional maupun international. Para wisatawan asing yang pernah berkunjung saling memamerkan keindahan danau Paisupok kepada kolega di Negara asalnya sehingga banyak ikut berkunjung ke Paisupok.

Khusus wisatawan asing biasanya mengambil paket wisata sekaligus dengan mengunjungi objek wisata kekayaan alam lainnya seperti Hutan Konservasi Kokolomboi dengan spesies Burung Gagak Peling (corvus unicolor), Pantai Poganda dengan hamparan pasir putihnya yang begitu instagramable yang jarak kedua objek wisata ini pun cukup dekat dari danau cermin Paisupok.

Untuk sampai ke danau cermin Paisupok di Desa Lukpanenteng Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan bisa ditempuh dengan perjalanan udara dari Jakarta ke bandara Syukuran Amirudin Amir di Luwuk dengan waktu tempuh kurang lebih 2,5 jam, dan sampai dikota Luwuk perjalanan dilanjutkan dengan Kapal Laut Penyeberangan ke Salakan ibukota Kabupaten Banggai Kepulauan, sampai di Salakan pengunjung bisa menginap di hotel-hotel kecil di kota Salakan sambil menikmati wisata kuliner ikan bakar yang lezat dan masih segar. Pagi harinya bisa langsung menyewa mobil rental untuk mengunjungi danau Paisupok dengan menempuh perjalanan darat kurang lebih 2,5 jam.

Perjalanan panjang melalui udara laut dan darat ini akan terbayar Lunas saat pengunjung sampai di danau kaca Paisupok. Bagi pengunjung yang hobbi snorkeling dapat menyewa alat yang disediakan di tempat tersebut. Bagi penggemar photography ada banyak spot yang ikonik untuk pengunjung yang mau sekedar photo photo. Namun rugi rasanya jika sudah jauh-jauh ke Paisupok tanpa merasakan airnya yang dingin merasuki seluruh bagian tubuh anda dan memberikan ketenangan yang luar biasa.

Bagi para backpacker bisa menyewa Speedboat dari Luwuk langsung ke Paisupok dan bermalam di tepian danau, menggunakan tenda yang dibawa oleh pengunjung sendiri, biasanya pengunjung memilih waktu saat bulan sedang purnama, bermalam ditepian danau saat purnama karena dapat menikmati bagaimna pantulan sinar bulan menerangi danau sampai ke dasarnya dengan aksesoris fosil kayunya.

*Input Pengembangan Pariwisata*

Eksplore wisata di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan ini sangat penting dilakukan melalui media massa koran, online dan saluran televisi nasional untuk memperkenalkan destinasi pariwisata Banggai Kepulauan secara massif, dan hal ini tentu akan lebih baik bila didukung juga dengan kemudahan aksesibilitas dan ruang berinvestasi, disinilah peran Pemerintah menjadi sangat dibutuhkan untuk menjamin hal tersebut dapat berlangsung. Jaminan regulasi yang membuka ruang berusaha serta kebijakan daerah yang berpihak pada peningkatan insprastruktur penunjangnya menjadi sangat penting.

Inilah mengapa menurut Barreto dan Giantari (2015:34) pengembangan pariwisata dipandang sebagai suatu usaha untuk memajukan objek wisata, agar objek wisata tersebut lebih baik dan lebih menarik ditinjau dari segi tempat maupun benda-benda yang ada didalamnya agar dapat menarik minat wisatawan untuk mengunjunginya.

Olehnya itu, untuk membangun pariwisata dibutuhkan sinergitas semua sektor untuk fokus membangun potensi tersebut. Jika saja semua stakeholder di dorong untuk membangun potensi wisata yang menjadi prioritas akan lebih cepat pertumbuhan pariwisata di suatu daerah yang pada akhirnya akan berkontribusi mendorong kemajuan disektor lainnya. Hal itu tentu dapat diwujudkan bila konsep pengembangan pariwisata dilakukan dengan perencanaan yang baik.

Terdapat 5 (lima) konsep perencanaan pengembangan dalam perspektif Sastrayuda (2010:6-7), yaitu :
1). Pendekatan Participatory Planning, dimana seluruh unsur yang terlibat dalam perencanaan dan pengembangan kawasan objek wisata diikutsertakan baik secara teoritis maupun praktis
2). Pendekatan potensi dan karakteristik ketersediaan produk budaya yang
dapat mendukung keberlanjutan pengelolaan kawasan objek wisata.
3). Pendekatan pemberdayaan masyarakat, adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan kemampuannya agar tercapai
kemampuan baik yang bersifat pribadi maupun kelompok.
4). Pendekatan kewilayahan, faktor keterkaitan antar wilayah merupakan kegiatan penting yang dapat memberikan potensinya sebagai bagian yang
harus dimiliki dan diseimbangkan secara berencana.
5). Pendekatan optimalisasi potensi, dalam optimalisasi potensi yang ada disuatu desa seperti perkembangan potensi kebudayaan masih jarang disentuh atau digunakan sebagai bagian dari indikator keberhasilan pengembangan.

Salah satu primadona pariwisata Banggai Kepulauan adalah Paisupok, namanya sudah sangat familiar di Indonesia karena sudah sering dikunjungi oleh pesohor negeri ini. Karena itu menurut penulis upaya Bupati mendatangkan Bapak Mendagri ke Paisupok adalah langkah maju dalam rangka mempromosikan destinasi wisata Banggai Kepulauan.

Harapannya, hal ini dapat menjadi magnet bagi wisatawan nasional bahkan internasional untuk semakin gemar berwisata ria di Banggai Kepulauan. Jika boleh menitipkan saran selanjutnya adalah memperbaiki sarana infrastruktur dan kesiapan sosial di area dan lingkungan destinasi wisata. Uang yang tentu saja tidak bisa dilakukan hanya oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan itu sendiri, masih perlu adanya sinergitas dengan stakeholder lainnya, misalnya infrastruktur jalan yang menjadi domain Dinas teknis Pekerjaan Umum, Pemberdayaan UMKM yang menjadi domain Dinas Perdagangan dibantu oleh Dekranasda Kabupaten, Dinas Lingkungan Hidup dukungan dengan informasi kekayaan hayati yang ada disekitar objek wisata, Dinas Kominfo untuk promosi dan informasi wisata, Dinas Nakertrans pada penyiapan dan pengaturan tenaga kerja menghadapi lonjakan pengunjung wisata. Dinas Perhubungan terkait aksesibilitas dan kemudahan transportasi, serta dinas penunjang lainnya-pun dapat berpartisipasi aktif menunjang objek wisata ini, seperti Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian memilih program yang sebisanya dapat menambah daya pikat wisata tersebut.

Namun demikin, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sebagai ujung tombak majunya pariwisata Banggai Kepulauan haruslah didorong intuk lebih dan terus bersinergi dalam mengkoordinir semua program tersebut untuk satu goals yaitu kemajuan wisata yang menjadi prioritas daerah. Fokus pada satu spot dan semua pihak berkolaborasi dalam kebijakan program dan anggaran untuk membuat Paisupok yang sudah dikenal dunia menjadi lebih representatif dengan fasilitas dan insprastruktur penunjang yang memadai.

Meskipun upaya-upaya ini sudah dilakukan oleh Pemerintah saat ini, namun harus terus digelorakan untuk mewujudkan pariwisata Banggai Kepulauan menjadi semakin maju kedepannya, serta terus membuka ruang pengembangan baik secara internal di Pemerintah Daerah serta wilayah desa dan kecamatan.  Dan yang tidak kalah pentingnya adalah membuka ruang dan networking ditingkat Provinsi dan Pusat, memberdayakan potensi dan jaringan yang berkaitan dengan pengembangan wisata Banggai Kepulauan seperti yang sekarang tengah dilakukan oleh Bupati Ihsan Basir dan semoga saja hasilnya dapat segera terealisasi. Promosikan terus  wisata Banggai Kepulauan.

#Bangkep mola✊🏻
#kota🐬ikan

Penulis adalah Kepala Bagian Organisasi dan Tatalaksana Sekretariat Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan

Print Friendly, PDF & Email
Berita Terkait