Home » Rubrik » Opini » Jembatan Mampaliasan, Jalan Penghubung Harapan
pasang-iklan-atas

Jembatan Mampaliasan, Jalan Penghubung Harapan

Pembaca : 1
JPG_1630337898023

Oleh : Hamadin Moh.Nurung

Setelah sekian lama melewati jembatan alternatif yang penuh dengan resiko, akhirnya Jembatan Mampaliasan yang menghubungkan antara pusat ibu kota Kabupaten Banggai Laut dan beberapa wilayah desa disekitarnya sudah dapat difungsikan. Jembatan yang menghabiskan anggaran daerah milyaran rupiah itu dibangun sejak tahun 2020 pada era kepemimpinan Weny Bukamo – Tuty Hamid, kemudian dilanjutkan di era kepemimpinan Sofyan Kaepa -Ablit Ilyas, disebut sebut nantinya sebagai infrastruktur iconic kebanggaan masyarakat Banggai Laut karena dirancang dengan desain arsitektur moderen yang indah.

Sebagai rakyat tentu kita ikut bergembira, paling tidak kita sudah bisa bernafas lega karena dapat terhindar dari ancaman bahaya ketika melewati jembatan alternatif dari batang kayu kelapa yang selama ini membuat kita selalu deg-degan setiap kali melewati jembatan tersebut apalagi pada saat musim penghujan tiba, entah sudah berapa banyak korban yang berjatuhan ketika melewatinya.

Kita juga boleh berbangga bahwa pada akhirnya Banggai Laut juga punya jembatan yang menjadi icon daerah seperti halnya kabupaten lainnya.

Kita juga tidak perlu khawatir bahwa ternyatà daerah ini masih punya cukup uang sehingga mampu melanjutkan pembangunan jembatan tersebut, karena memang sampai hari ini negara tidak mengalami krisis keuangan yang parah sehingga menghentikan transfer uang ke daerah daerah.

Juga tidak ada salahnya jika kita memberi apresiasi kepada Bupati yang telah menaruh perhatian serius terhadap pembangunan jembatan tersebut sehingga progres pembangunannya sudah sampai seperti sekarang ini dan berharap agar secepatnya dirampungkan 100 persen.

Bagi saya, Jembatan Mampaliasan bukan hanya sebuah infrastruktur penghubung antar wilayah, juga bukan hanya infrastruktur yang menopang pergerakan ekonomi masyarakat, juga bukan hanya sekedar infrastruktur iconic, tetapi lebih dari itu, yakni menjadi jalan penghubung harapan dalam mewujudkan mimpi hadirnya kemakmuran dibumi Tano Monondok.

Disebut jalan penghubung harapan karena; Pertama, sejak pembangun jembatan dimulai, sempat disorot bahkan dikecam banyak pihak karena dianggap tidak prioritas dan bagian dari strategi politik untuk mendongkrak popularitas dari Wenny Bukamo- Tuty Hamid pada saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020. Namun perlahan-lahan sorotan tersebut berubah menjadi pujian karena jembataan tersebut dipandang sebagai salah satu infrastruktur penting dan strategis daerah, itu artinya masyarakat sudah move on, dari semulanya berfikir politis berpindah ke hal yang sifatya normatif. Sehingga Jembatan Mampaliasan sudah dipandang sebagai karya pembangunan daerah bukan karya personal dari pemimpin ini pemimpin itu, dan ini menjadi modal sosial dalam keberlanjutan pembangunan.

Kedua, Keseriusan Bupati dalam menyelesaikan pembangunan Jembatan Mampaliasan harus dilihat sebagai upaya dari tanggung jawab pemimpin daerah yang harus bisa menuntaskan pembangunan daerah termasuk segala persoalan yang menyertainya, itu artinya ada harapan bahwa kesinambungan program dari yang lama ke-yang baru itu terus berjalan, termasuk menuntaskan berbagai masalah yang ada dan ini menjadi contoh yang baik kepada siapapun yang memimpin ke depan agar program daerah harus terus berjalan dan berkesinambungan termasuk dalam menuntaskan sejumlah persoalan persoalan berdaerah, karena memang tujuan dari rotasi pergantian pemimpin salah satunya adalah melanjutkan program yang baik dan memperbaiki hal-hal yang buruk dari rezim sebelumnya.

Ketiga, kegembiraan dan apresiasi masyarakat kepada Bupati pada saat hari pertama pembukaan akses jembatan, menyiratkan sebuah pesan bahwa masyarakat sebenarnya tidak butuh argumentasi yang rumit untuk menjelaskan berbagai macam permasalahan berdaerah, sebab sudah menjadi tanggungjawab pemimpin, pejabat dan Anggota DPRD untuk menuntaskan permasalahan yang melanda daerah ini.

Apalagi dalam situasi pandemi semacam ini, jangankan berfikir tentang permasalahan daerah, memikirkan beban hidupnya saja mungkin sudah tak sanggup, sehingga cukup saja menunjukan kerja nyata, bagi mereka itu hal yang luar biasa dan pasti mereka akan selalu mencintai dan mendoaakan pemimpinnya agar senantiasa diberikan kesehatan dan petunjuk serta kemudahan untuk membangun daerah ini.

Keempat, sebelumnya ada pihak pihak yang mengatakan tertundanya pembangun jembatan sebagai akibat dari permasalahan kasus korupsi yang menjerat Bupati sebelumnya. Benar tidak-nya argumentasi tersebut paling tidak ini juga sebagai pengingat bahwa dibalik kemegahan setiap pembangunan infrastruktur, ada bahaya yang selalu menggoda dan mengintai setiap pemimpin kita, karenanya Jembatan Mampalisan bukan hanya sebagai infrastruktur kebanggaan, namun harus menjadi pengingat akan bahaya sekaligus simbol penghubung harapan terciptanya penyelenggaraan pemerintahan yang good governance, yang bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Dengan demikian cita cita Bupati dan Wakil Bupati dalam membangun daerah harus dapat dimaknai sebagai upaya memfasilitasi terwujudnya harapan rakyat, dan berharap semoga Bupati mampu menjadi jembatan penghubung harapan mimpi masyarakat Banggai Laut, layaknya sebuah jembatan yang mampu menghubungkan kita menuju kesebarang jalan yang dituju. Semoga, Aamiin.!!

Penulis Adalah Wakil Pemimpin Redaksi/Redaktur ALAIMBELONG.ID

Share :
Print Friendly, PDF & Email
Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Home » Rubrik » Opini » Jembatan Mampaliasan, Jalan Penghubung Harapan

Jembatan Mampaliasan, Jalan Penghubung Harapan

[update-viewer]
Print Friendly, PDF & Email
Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *